LAPORAN PERCOBAAN
II
PENENTUAN DENSITAS BENDA BERBENTUK BERATURAN, TAK
BERATURAN DAN DENSITAS AIR
Novita sari 170103012
Pendahuluan
Densitas (massa jenis) adalan jumlah
suatu zat yang terkandung pada suatu unit volume, densitas bisa di ukur kedalam
tiga bentuk yakni : Densitas massa, berat spesifik dan Densitas relatif. Massa
jenis (p) didefinisikan sebagai perbandingan antara massa jenis zat dan
volumenya. Nilai massa jenis hanya bergantung
pada jenis zat tidak bergantung pada massa atau volume zat, termasuk
kedalam sifat intensif.
mungkin kita pernah dihadapkan dengan
pertanyaan lebih berat mana batu 10 kg atau kapas 10 kg? kita di buat ragu
karna perbandingan batu dan kapas tapi sebenarnya beratnya sama. Namun
volumenya jauh berbeda batu tidak memerlukan banyak tempat tapi kapas
memerlukan tempat yang luas, volume benda tersebut di sebut Densitas.
intensif eksentif
tidak berantung pada jumlah
bergantung pada jumlah
|
Warna
|
Massa |
|
Rasa
|
Volume
|
|
Titik
leleh
|
panjang
|
|
Titik
mendidih
|
bentuk
|
|
Densitas
|
|
|
Kilauan
|
|
|
Kekerasan
|
|
|
|
|
Dapat
dirumuskan P = m/v
dengan
p = massa jenis (kg/m3)
m = massa zat (kg)
v = volume (m3)
Pengukuran dan perhitungan denisitas
dilakukan untuk menentukan jenis dari objek balok dan anak timbangan.
Pengukuran yang benar bisa menentukan jenis yang tepat. Pengkuran dan densitas
air dalam farmasi, terutama menyangkut cairan zat padat dan air merupakan
pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai standar karna mudah didapat dan dimurnikan.
Disamping itu dengan mengetahui bobot jenis suatu zat, maka akan mempermudah
memformulasikan obat.
Jika massa dapat kita ketahui dengan
alat pengukuran yaitu neraca di ukur langsung maka jika volume seperti balok
dapat dilakukan dengan cara mengukur panjang lebar dan tinggi dari balok itu.
Vbalok = p × l × t
Dengan ; p = panjang balok
L = lebar balok
T = tinggi balok
Tujuan
Percobaan
Menentukan densitas benda berbentuk
beraturan, Menetukan densitas benda berbentuk tak beraturan, Menentukan
densitas air.
Alat
dan Bahan
Alat yang digunakan adalah Gelas ukur,Pipet
volumetric, Bulp, Penggaris, Neraca volumetric, Thermometer. Bahan yang
digunakan adalah Timbangan gram (benda tak beraturan),Balok kayu (benda
beraturan), air.
Metode
percobaan
densitas benda berbentuk beraturan.
Sebanyak 3 balok kayu ditimbang massanya lalu dicatat,
kemudian diukur dengan volumenya pXLXt dicatat kembali. Dihitung densitas dan ambil rata-rata hasil yang telah
dibagi.
benda berbentuk tak beraturan. Sebanyak
3 anak timbangan ditimbang massanya.
Timbang gelas ukur sebelum digunakan dicatat masanya, dimasukkan air sebanyak
50ml kedalam gelas ukur lanjut dimasukkan anak timbangan kedalamnya, ditimbang
catat massa akhir. diHitung densitas dan ambil rata-rata hasil yang telah
dibagi dan dikali 1000.
densitas
air, gelas
ukur ditimbang dicatat massanya. Gunakan pipet volumetric untuk mengambil air
sebanyak 20ml dan dimasukkan kedalam gelas ukur. Ditimbang untuk menetukan
massa akhirnya, dihitung densitas air.
Hasil
dan pembahasan
I. Densitas benda berbentuk beraturan.
|
objek
|
ulangan
|
Massa (g)
|
P (cm)
|
L (cm)
|
T (cm)
|
V (d)
|
D (gr/cm3)
|
|
balok
|
1
|
10,46 g
|
5,1 cm
|
1,9 cm
|
1,5 cm
|
14,53cm3
|
0,71g/cm3
|
|
|
2
|
10,7 g
|
5,1 cm
|
2.0 cm
|
1,6 cm
|
16,32cm3
|
0,66g/cm3
|
|
|
3
|
10,34 g
|
5,20 cm
|
1,80 cm
|
1,8 cm
|
16,84cm3
|
0,61g/cm3
|
|
|
|
|
|
|
|
total
|
1,98g/cm3
|
|
Rataan
Densitas = 1,98 g : 3 = 0,66 g/cm3 (Koordersiodendron pinnatum)
|
II.
Densitas
benda berbentuk tak beraturan.
|
objek
|
ulangan
|
M (g)
|
Vair (ml)
|
Vair+benda
|
V benda
|
D (g/ml)
|
|
Anak timbang
|
1
|
9,99 g
|
50.0 ml
|
51.0 ml
|
1 g/ml
|
9,99 g/ml
|
|
|
2
|
10,00 g
|
50.0 ml
|
51.0 ml
|
1 g/ml
|
10,00g/ml
|
|
|
3
|
10,00 g
|
50.0 ml
|
51.0 ml
|
1 g/ml
|
10,00g/ml
|
|
|
Total
|
29,99 g
|
|
|
|
29,99 g/m
|
|
Rataan
Densintas=29,99 : 3 = 9,996 × 1000=9996 (antifriction
metal) 9100-10600
|
||||||
III.
Densitas
air.
|
air
|
ulangan
|
Mgelas (g)
|
Mgelas+air (g)
|
Mair (g)
|
V (ml)
|
D (g/ml)
|
|
tempratur
|
1
|
34,75 g
|
54,65 g
|
19,90 g
|
20 ml
|
2,73 g/ml
|
|
|
2
|
34.51 g
|
54,29 g
|
19,78 g
|
20 ml
|
2,72 g/ml
|
|
|
|
|
|
|
total
|
5,45 g/ml
|
|
Rataan Densitas = 5.45
: 2 = 2,72 g/ml
|
||||||
Pada percobaan ini, Rataan densitas 0,66 g/cm3 (Koordersiodendron pinnatum) kayu bugis adalah
jenis tanaman yang dipakai pada Kayu
bangunan, kayu perkakas, lantai, papan, bantalan, rangka pintu & jendela,
moulding. Daerah penyebarannya Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua. Pada
kegiatan kedua yang dilakukan pada anak timbang diperoleh hasil volume dengan
rataan densitas 29,99 dibagi tiga lalu dikali 1000 sehingga didapat hasil 9996 (antifriction metal) berdasarkan teori
hukum Archimedes tentang tekanan yang terjadi pada benda yang diletakkan pada
zat cair. Bahan dari anak timbangan terbuat dari timah yang sangat rapat, tidak
tembus cahaya mudah dilelehkan, anti gores anti karat biasanya digunakan pada
mesin kendaraan.
Pada kegiatan ketiga tentang densitas air,
alat yang digunakan adalah neraca untuk mengukur massa gelas ukur dan
thermometer untuk mengukur suhu air yaitu 24°, air yang digunakan sebanyk 20ml.
berdasarkan hasil percobaan diperoleh rataan densitas 2,72g/ml.
Simpulan
Densitas
balok kayu adalah 0,66 g/cm3 dan diperkirakan berasal dari Koordersiodendron pinnatum (kayu bugis). Densitas anak timbangan
adalah 9996 dan diperkirakan terbuat dari antifriction
metal. Densitas air pada suhu 24◦c adalah 2,72 g/ml. Pengukuran dan
densitas dilakukan untuk menentukan jenis objek tersebut. Ketelitian dalam pengujian
penting dilakukan untuk menetukan rataan densitas sehingga hasil yang diperoleh
tepat
Daftar pustaka
Hukum
Archimedes http://fzahra97.blogspot.co.id/2014/12/laporan-praktikum-fisika-dasar-massa.html diakses tanggal 17 november 2017


Komentar
Posting Komentar