PERCOBAAN
IV
SIFAT
KIMIAWI RUMAH TANGGA
Novita Sari NIM : 170103012
Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan zaman, Ilmu
kimia juga berkembang secara siknifikan, ini ditandai dengan digunakannya ilmu
kimia dalam produk-produk yang dihasilkan manusia, seperti : sabun, detergen,
pasta gigi, sampo, kosmetik, obat, dan produk-produk yang lainnya. Ilmu kimia
juga sangat berpengaruh dan memiliki peran yang penting dalam perkembangan ilmu
lain, seperti : farmasi, geologi, pertanian, kesehatan dan dalam menyelesaikan
masalah global. Dan tanpa kita sadari
banyak bahan kimia yang bermanfaat dalam kehidupan ini. Sifat kimia adalah sifat
materi yang dapat diamati setelah materi tersebut mengalami perubahan kimia. Sifat kimia banyak ditemukan dalam
rumah tangga.
Tujuan
Memeriksa
berbagai sifat bahan kimiawi rumah tangga.
Mengidentifikasi
sifat fisik dan kimiawi yang muncul pada
berbagai hasil positif pengujian.
Alat
dan bahan
Alat
yang digunakan rak tabung reaksi, tabung reaksi, pipet, kompor listrik, plat
tetes, gelas ukur. Bahan yang digunakan natrium bicarbonat, natrium hidroksida,
kalsium karbonat, pati jagung, fructosa, sukrosa, magnesium sulfat. Reagen yang
dibutuhkan fenolftlalen isosopril alkohol , iodin, cuka air, fehling A felling
B, NaOH.
Metode
percobaan
1.
Kelarutan
dalam air.
Diambil
seujung spatula dari tiap sampel ke dalam tabung reaksi lalu uji kelarutannya
dengan menambahkan 5 mL air. Laporkan sampel yang
Diambil
seujung spatula sampel ke dalam cawan penguap. Tambahkan 3 tetes iodin ke semua
sampel. Laporkan hasil pengamatan.
2.
Reaksi
dengan fenolftalein.
Buatlah
larutan baru dari sampel yang larut air sesuai uji nomor 1 dengan mengambil
seujung spatula sampel ditambah 5 mL air dalam tabung reaksi. Tambahkan
beberapa tetes fenolftalein dan laporkan hasil pengamatan.
3.
Reaksi
dengan cuka.
Diambil
seujung spatula sampel ke dalam cawan penguap. Tambahkan beberapa tetes cuka ke
tiap sampel dalam keadaan padat. Laporkan hasil pengamatan.
4.
Reaksi
dengan larutan Natrium Hidroksida (NaOH).
Buatlah
larutan baru dari sampel yang larut air sesuai uji nomor 1 dengan mengambil
seujung spatula sampel ditambah 5 mL air dalam tabung reaksi. Tambahkan
beberapa tetes natrium hidroksida 6 M. Laporkan hasil pengamatan.
5.
Reaksi
dengan larutan tembaga sulfat.
Uji ini
hanya dilakukan untuk sampel yang larut air. Buatlah larutan baru dari sampel
yang larut air sesuai uji nomor 1 dengan cara mengambil sampel seujung spatula
lalu tambahkan 1 mL air. Tambahkan 10 tetes tembaga sulfat (Fehling A) dan 10
tetes Fehling B (larutan basa) ke tiap tabung. Panaskan di air mendidih selama
5 menit dan amati perubahan warnanya.
Hasil
dan pembahasan
Sifat
kimiawi produk rumah tangga
|
|
Nat.bikarbonat
(NaHCO3)
|
Nat.hidroksida
(NaOH)
|
Kal.karbonat
(CaCO3)
|
Pati
jagung (C6H12O6)n
|
Fruktosa
(C6H12O6)
|
Sukrosa
(C12H22O11)
|
|
Air
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
Larut
|
|
Iodin
|
Coklat
|
Putih
|
Orens
|
Hitam
|
Hitam
|
Kuning
|
|
Fenolftalein
|
Basa
|
Basa
|
Asam
|
Asam
|
Asam
|
Asam
|
|
Cuka
|
Bergelembung
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
|
Nat.hidroksida
|
endapan
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
|
Fehling
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Tidak
|
Endapan merah bata
|
Cairan hijau
Endapan merah bata
|
Catatan: beri
keterangan tentang sifat fisik ataupun kimiawi yang terjadi untuk hasil positif
dari pengujian.
Uji Kelarutan dalam air, semua
sampel ditabung reaksi ditambahkan 5 ml air lalu digoyang agar larut, air ialah
pelarut polar sehingga dapat melarutkan hampir semua biomolekul baik yang polar
maupun berbentuk ion. Senyawa yang suka air disebut hidrofilik seperti Natrium
Bicarbonat (baking soda), kalsium karbonat, natrium hidroksida (baking soda),
magnesium sulfat dan sukrosa, fructosa. Semua sampel tersebut bersifat
hidrofilik. Sehingga pada uji ini semua bersifat mudah larut.
Uji iodin bertujuan untuk mengetahui
adanya polisakarida, polisakarida dalam sampel akan membentuk komplek adsorbsi
berwarna spesifik dengan penambahan iodin. Pada percobaan
masing–masing larutan sampel ditambahkan dengan 3 tetes iodin, Iodin yang ditambahkan berfungsi
sebagai indikator suatu senyawa polisakarida. Yang berubah warna hitam yaitu pati
jagung dan fructose pengujian tersebut membuktikan bahwa pati jagung dan
fructose mengadung polisakarida.
Uji Fenolftalein. Diambil ujung spatula semua bahan
dimasukkan dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 5 ml air lalu di tetesi Fenolftalein.
Fenolftalein
adalah senyawa kimia digunakan sebagai indikator dalam titrasi asam-basa. Larutan
Fenolftalein
dalam air berubah warna dari tak berwarna asam menjadi merah muda basa. Hasil dapat
dilihat pada tabel.
Uji natrium hidroksida, di ambil
seujung spatula semua sampel ditambah 5 mL air dalam tabung reaksi. ditambahkan
beberapa tetes natrium hidroksida. Reaksi dalam larutan tergolong reaksi
pengendapan jika salah satu produk reaksi tidak larut di dalam air. Natrium
hidroksida larut dalam air sedangkan soda kue tidak. Endapan terbentuk karena
hampir semua karbonat tidak mudah larut air.
Uji fehling. Diambil sampel seujung spatula lalu
tambahkan 1 mL air. Tambahkan 10 tetes tembaga sulfat (Fehling A) dan 10 tetes Fehling
B (larutan basa) ke tiap tabung. Panaskan di air mendidih selama 5 menit
pemanasan dihentikan setelah terbentuk endapan merah bata.
Pemanasan dalam reaksi
ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terbongkar ikatannya dan dapat
bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat. Cu2O
(endapan merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi
pembentukan asam karboksilat.
Fehling dibuat dengan
mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga diperoleh suatu
larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+
terdapat sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai
larutan CuO.Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam
suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O. Dengan larutan glukosa, pereaksi
Fehling menghasilkan endapan berwarna merah bata.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil uji dan pengamatan,
sifat fisika memiliki ciri-ciri perubahan bentuk tanpa disertai zat baru
sedangkan sifat kimiawi menghasilkan zat baru. Dari hasil uji coba : uji
kelarutan untuk menentukan kelarutan suatu sampel, uji iodin untuk menentukan
polisakarida, uji fenolftalein untuk penetuan asam-basa, uji cuka untuk
menghasilkan C02, uji NaOH untuk menghasilkan endapan, uji fehling
untuk menentukan senyawa pereduksi.
DAFTAR PUSTAKA
http://edukasinesaja.blogspot.co.id/2016/09/percobaan-asam-cuka-dengan-soda-kue.html diakses 29 /11/2017
http://organiksmakma3c31.blogspot.co.id/2013/04/analisis-karbohidrat.html diakses 29/11/2017
|
Uji fehling
|
Uji cuka
|
Uji iodin
|
![]() |
![]() |
![]() |
|
Uji fenol
|
Uji NaOH
|
Uji kelarutan
|
![]() |
![]() |
![]() |






Komentar
Posting Komentar