kimia dasar universitas nahdlatul ulama



PERCOBAAN III
PEMISAHAN CAMPURAN
Novita Sari NIM : 170103012
Pendahuluan
secara umum materi dapat dibagi atas zat murni (tunggal) dan campuran (majemuk). Zat murni ada dua, yaitu unsur dan senyawa., senyawa terbentuk dari dua unsur atau lebih dengan komposisi tertentu sedangkan campuran adalah gabungan dua zat murni dengan komposisi sembarangan dan masih memiliki sifat-sifat asalnya. Pemisahan campuran adalah proses pemisahan zat-zat penyusun suatu campuran menggunakan pola-pola ilmiah dengan berdasar pada perbedaan titik didih, kelarutan, dan ukuran partikel dalam rangka memperoleh manfaat bagi kehidupan manusia.
Untuk memahami konsep dasar dari pemisahan campuran kita dapat melihat ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh pemisahan campuran garam, naftalena, pasir dan kromotografi kertas. Manfaat pemisahan campuran dalam kehidupan sehari-hari untuk memurnikan zat, untuk pemisahan zat-zat pengotor, untuk mengambil zat-zat yang bermanfaat. Beberapa metode pemisahan ;
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisah kan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Sublimasi merupakan pemisahan padatan dari suatu campuran berbentuk padatan dengan cara penguapan. Pemisahan ini didasarkan adanya partikel padatan dari campuran tersebut yang dapat menyublim.
Kristalisasi merupakan kelanjutan dari proses evaporasi. Larutan pekat dari hasil evaporasi secara perlahan-lahan didinginkan, sehingga padatan memisah dari larutan pekat membentuk kristal. Pemisahan ini didasarkan pada fakta bahwa jika suhu diturunkan, kelarutan zat terlarut berkurang sehingga memisah membentuk kristal. Contoh pembuatan kristal garam dapur
kromatografi merupakan suatu cara pemisahan, dimana komponen-komponen  yang akan dipisahkan terdistribusi ke dalam dua fase yaitu fase stationer (tetap) dan fase mobil (bergerak). Contoh proses kromatografi pada pemisahan zat warna dalam tinta.
Kromatografi terbagi atas 4 jenis
Yaitu :
Kromatografi cair padat
fase tetap padat dan fase gerak cair

Kromatografi gas padat
fase tetap padat dan fase gerak  gas

Kromatografi cair cair
fase tetap dan fase gerak sama-sama cair
Kromatografi gas cair
fase tetap cair dan fase gerak gas

Tujuan Percobaan
Menguji teknik pemisahaan yang menggunakan metode fisik. Mendemonstrasikan pemisahaan campuran garam, naftalena, dan pasir. Memisahkan komponen penyusun tinta spidol.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah kompor elektrik, gelas piala 250 ml, cawan penguap, kertas saring, kaca arloji, batang pengaduk, penggaris, pensil, gunting, selotip, gegep, spatula, corong. Bahan yang digunakan NaCl, naftalena, pasir SIO2, akuades, spidol warna-warni.
Metode percobaan
pada pemisahan campuran NaCl, pasir, SIO2 dicampur lalu diambil sebanyak 2 gr dimasukkan kedalam gelas ukur 250ml kemudian dipanaskan diatas kompor elektrik diatasnya telah disiapkan cawan penguap beserta batu es, dan terjadilah proses penyubliman, kemudian dipindahkan hasil pengkristalan naftalena pada kaca arloji ditimbang massanya.  Sisa dari campuran tersebut ditambah air 25ml kemudian dipanaskan selama 5 menit sambil diaduk. Ditimbang gelas piala catat masanya. Lalu disaring (filtrasi) untuk mendapatkan residu dari pasir dan hasil saringan berupa larutan bening garam kemudian dipanaskan hingga terbentuk kristal garam. Ditimbang massanya. Residu pasir selanjutnya dipanaskan dalam cawan porselin hingga menyublim didapatlah pasir yang kering dan halus. Ditimbang catat massanya.
kromotografi kertas pada warna tinta disiapkan kertas saring guting ukuran 4X6 cm kemudian beri jarak baseline 1 cm  dari ujung bawah dan atas kertas menggunakan pensil. Diberi totol pada kertas menggunakan spidol 2 warna diberi jarak 1 cm. Dimasukkan kertas saring kedalam gelas ukur 100ml yang beri isi air sebanyak 20ml gunakan batang pengaduk untuk mengantungkan kertas saring. 
Hasil dan Pembahasan
Pemisahan Garam, Naftalena, Pasir , Penimbangan Alat dan Bahan
Alat
Massa (gram)
Gelas piala
128,26 g
Kaca arloji
22,27
Cawan
65,72
Gelas piala + campuran
130.26 gr
Bahan
Massa (gram)
Campuran
130,26 gr-128.26 gr= 2 gr



Setelah dilakukannya pemisahan                              
·         Kaca arloji + Kristal naftalena = 22.42gr
m.hasil-m.kaca arloji               =22.42 gr-22.37 gr = 0.05 gr

·         Massa gelas + garam = 128.85 gr
m.hasil-m.gelas           =  128.85-128.26 gr = 0.05 gr

·         Massa cawan + pasir = 66.13 gr
m.hasil-massa cawan = 66.13 gr-65.72g = 0.41 gr


%yield = m.naftalena + m.garam + m.pasir X100% = 0.05 gr 0.05 gr + 0.41 gr = 0,705%
                          Massa campuran                                             2 gr


M.naftalena 
                    X 100%=0.05 gr X 100% 
M.campuran                   2 gr
                                 = 2.5 %
Description: 1511166463515.jpg

M.garam                     0.59 gr
                    X100%=            X100%
M.campuran                 2 gr
                                = 29.5 %
                          
Description: 1511166484510.jpg

M.pasir                      0.41 gr
                   X100%=            X100%
M.campuran                2 gr
                               = 20.5 %

Description: 1511166487066.jpg
Kromotografi Kertas
Rf x = jarak total
          Jarak pelarut
Warna tinta
Jarak pelarut
Warna noda
Jarak tinta
Rf
Biru

6 cm
Biru muda
ungu
2.5 cm
5 cm

2.4 cm
1.2 cm

Merah


6 cm
Merah muda

kuning
2 cm

4.5 cm
3 cm

1.3 cm
Description: 1511166461729.jpg 


Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan molekul berdasarkan perbedaan pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam. Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan  yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu absorben), sedangkan fasa gerak dapat berupa cairan atau gas yang biasa disebut sebagai eluen atau pelarut. Pada uji coba ini menggunakan dua warna, biru dan merah. Setelah mengikuti prosedur, diperoleh perbedaan jarak antara noda yang ada dalam pelarut, tinta biru dan merah yaitu  6 cm. warna biru terurai menjadi dua komponen warna yaitu biru muda 2,5 cm ,ungu 5 cm. Warna merah terurai menjadi 2 komponen warna  yaitu merah muda 2 cm, kuning 4,5 cm. penguraian warna ini disebabkan karna ada nya fase gerak air yang melewati fase diam , gaya yang berlaku yaitu kapilaritas karna memiliki pori-pori membuat air dan tinta merembes di ekrtas saring
campuran yaitu zat yang terdiri dari dua zat atau lebih, campuran dapat berupa kolid , larutan, suspense. Pada percobaan ini dilakukan 3 pemisahan campuran yaitu kristalisasi, filtrasi, & sublimisasi.
Pemisahan  yang pertama yaitu kristalisasi campuran untuk menghasilkan naftalena murni. Proses awalnya pemanasan campuran hingga larut, lalu terjadi sublimisasi/uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi menjadi padat yang menempel dibawah cawan berisi batu es, sedangkan zat sisanya tetap. Proses ini terjadi akibat partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel akan menyublim & sebaliknya jika suhunya diturunkan akan padat. Penggunaan teknik ini terbatas,hanya berlaku untuk padatan, syarat pemisahan campuran harus memiliki perbedaan titik didih yang besar sehingga menghasilkan kemurnian yang tinggi.
Proses filtrasi pemisahan pasir dalam campuran garam dan aquadest, campuran dipanaskan lalu disaring untuk memisahkan, partikel yang besar akan tertahan pada kertas saring dan partikel yang halus akan melewati kertas saring. Setelah didapat hasil filtrasi dilanjutkan dengan pemanasan untuk mendapatkan pasir yang kering.
Pemisahan destilisasi pada cairan bening garam  pada titik didih pemanasan, air dan garam memiliki perbedaan titik didih yang besar (air 100ºc garam 1.465ºc) sehingga air akan menguap terlebih dahulu dan garam sebagai residunya. sehingga dihasilkan Kristal garam.
SIMPULAN
Kita dapat mengetahui bahwa satu warna spidol ternyata tidak hanya terdiri dari satu warna saja tapi terdiri dari 2 atau lebih. Untuk menghasilkan warna yang baik kita dapat mencapurkan 2 warna atau lebih biasanya dipraktekan oleh tukang bangunan untuk mengecet. Warna yang dihasilkan bisa sangat beragam.Pemisahan campuran terdiri dari kristalisasi, sublimasi, filtrasi dan distilasi.
Daftar pustaka
diakses 21 november 2017


Komentar

Postingan Populer