PERCOBAAN V
TERMOKIMIA : PENENTUAN KAPASITAS KALOR KALORIMETER DAN ENTALPI REAKSI
Novita Sari NIM : 170103012
Pendahuluan
Suhu atau tempratur didefinisikan sebagai derajat panas dinginnya suhu benda. Kalorimeter alat yang digunakan untuk mengukur kalor, kalorimeter terdiri atas bejana yang dilengkapi dengan pengaduk dan termometer. Bejana di selimuti penyekat panas untuk mengurangi radiasi panas seperti pada termos. Untuk mengukur kalor reaksi dalam kalorimeter, perlu diketahui terlebih dahulu kalor yang diperlukan dengan kalorimeter. Besarnya kalor yang diserap atau dilepaskan oleh kalorimeter dihitung dengan persamaan :
entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi dari sistem termodinamika. Entalpi terdiri dari energi dalam sistem, termasuk satu dari lima potensial termodinamika dan fungsi keadaan, juga volume dan tekanan.  Satuan SI dari entalpi adalah joule.
Tujuan percobaan
Menentukan kapasitas kalor kalorimeter. Menetukan entalpi reaksi netralisasi NaOH dan HCL.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah kalorimeter, neraca, termometer, pipet volumetric, gelas piala, kompor elektrik,
Bahan yang digunakan adalah air, larutan NaOH. HCL, kertas berskala.
Prosedur percobaan
Penentuan kapasitas kalor kalorimeter, disiapkan kalorimeter yang kering dan bersih dimasukan sebanyak 50.0 ml air lalu ditimbang massanya. Ditutup rapat kalorimeter, diaduk perlahan selama 5 menit dan dicatat suhu nya setiap satu menit. Ketika sistem telah mencapai kesetimbangan dicatat suhu nya. Disiapkan gelas piala dimasukan 50,0 ml air, ditimbang massanya. Dipanaskan hingga tempratur mencapai 70ᵒC  dibiarkan selama beberapa menit sambil diaduk. Dicatat tempratur air kemudian dituang air ke kalorimeter yang telah mencapai kesetimbangan. Ditutup rapat kalorimeter dan diaduk perlahan. Amati tempratur selama 5 menit kemudian dicatat tempratur setiap 30 detik.
Penentuan entalpi reaksi netralisasi NaOH dan HCL, disiapkan gelas ukur dan dimasukkan 50,0 ml NaOH dan di masukkan kedalam kalorimeter yang telah digunakan sebelumnya. Diukur suhunya dengan tempratur hingga setimbang. Disiapkan 50,0 ml HCL ke gelas ukur dan diukur suhunya. Kemudian dimasukkan larutan HCL ke kalorimeter yang berisi NaOH. Dicatat perubahan suhunya setiap 15 detik selama 3 menit.
Hasil dan pembahasan
Tcampuran air                                                           Tcampuran HCL+NaOH
NO
WAKTU
TEMPERATUR
NO
WAKTU
TEMPERATUR
1
30 detik
43,8 ºC
1
15 detik
50 ºC
2
60 detik
43,8 ºC
2
30 detik
50 ºC
3
90 detik
43,8ºC
3
45 detik
50 ºC
4
120 detik
42,6 ºC
4
60 detik
50 ºC
5
150 detik
42,0ºC
5
75 detik
50 ºC
6
180 detik
42,0ºC
6
90 detik
50 ºC
7
210 detik
42,0 ºC
7
105 detik
50 ºC
8
240 detik
42,0 ºC
8
120 detik
50 ºC
9
270 detik
42,0 ºC
9
135 detik
50 ºC
10
300 detik
41,9 ºC
10
150 detik
50 ºC
11


11
165 detik
48 ºC
12


12
180 detik
48 ºC







No
Temperatur awal
Tempratur akhir
Perbedaan tempratur


1
Air dingin 28.8ºC
air panas 44ºC


2
NaOH+HCL 30ᵒC
NaOH+HCL 50ºC

Kapasitas Kalor Kalormeter dan Entalpi Reaksi

Dik: Mdingin = 50,13 g                      Mpanas = 50.08 g
               Cair = 4.184 j/ºC           Tair dingin = 28.8ºC
   Tair panas = 68ºC                    Tcampuran = 44ºC
 
 (karena reaksi melepas kalor)






Pada percobaan ini, air dingin terlebih dahulu dimasukkan kedalam kalorimeter sambil diaduk dan dihitung suhunya maka diperoleh suhu sebelum pencampuran air panas dari 1 menit sampai 5 menit sebesar 28,8ºC. suhu yang tetap dikarenakan belum adanya kalor yang diserap oleh kalorimeter sehingga suhu air dari menit ke-1 sampai menit ke-5 sama. Penentuan tetapan kalorimeter dilakukan dengan cara mencampurkan air panas dan air dingin selanjutnya diaduk, yang bertujuan untuk mempercepat reaksi air panas dan air dingin. Diamati temperatur air didalam kalorimeter selama 5 menit pada selang waktu 1 menit. Dilakukan pengukuran temperatur bertujuan untuk mengetahui perubahan kalor yang terjadi, dalam proses ini terjadi proses fisika karena kenaikan temperatur air dingin dan  penurunan temperatur air panas. Melalui percobaan tersebut terlihat bahwa semakin lama pencampuran maka suhu akan semakin menurun. Hal ini terjadi karna adanya perubahan kalor, yang dibuktikan dengan adanya perubahan temperatur pada larutan. Dan didapat hasil konstanta Kalorimeter 121.096 j/ºC untuk digunakan pada penetralan NaOH dan HCL. proses ini bertujuan untuk meng-kalibrasi kalorimeter karna kelemahan kalorimeter adalah mudah menyerap panas sehingga kalorimeter harus dikalibrasi sebelum digunakan.
            Penentuan kalor penetralan HCl-NaOH dilakukan dengan memasukkan 50 mL HCl 0,1 M ke dalam baeker glass dan dimasukkan  50 mL NaOH 0,1 M ke dalam kalorimeter diukur suhu awal keduanya hingga suhu mencapai 30ºC kemudian dicampurkan keduanya didalam kalorimeter. Selanjutnya diaduk bertujuan untuk mempercepat reaksi HCl+NaOH. Diukur temperaturnya selama 3 menit pada selang waktu 15 detik. Reaksi ini menghasilkan NaCl dan air. HCl + NaOH è NaCl + H2O
Reaksi penetralan HCl dan NaOH didapatkan temperatur larutan meningkat dari suhu awal, hal ini terjadi karena pada saat reaksi terjadi pelepasan kalor. Kalor yang dilepaskan oleh sistem reaksi (NaOH dan HCl) diserap oleh lingkungan, pelarut dan material lain. Akibatnya suhu lingkungan naik yang ditunjukkan oleh kenaikan suhu. Perubahan kalor bertanda negatif menujukkan reaksi berlangsung secara eksoterm.
Kesimpulan
Kalorimeter bersifat kalor, larutan yang dimasukkan pada alat tersebut dan menjaga suhu suatu zat dan tidak terpengaruh oleh lingkungan. Tetapan kalorimeter yang di peroleh 121,096j/ºC. Penetralan entalpi reaksi antara HCL dan NaOH yang melepas kalor (eksoterm) didapat hasil  
Daftar pustaka

Komentar

Postingan Populer